Tempat Wisata di Salatiga dan sekitarnya

Kampoeng Kopi Banaran terletak di jalan raya Bawen-Salatiga (Jawa Tengah), jalur Semarang-Solo. Sekitar 1km dari pertigaan terminal Bawen. Kalau dari arah Semarang ada di kanan jalan, agak menikung dan jalurnya termasuk cepat (so hati2 aja). Banaran ini tempat agrowisata juga, sesuai namanya di dalamnya terdapat perkebunan kopi (yg utamanya).
Fasilitas utama berupa bangunan untuk menikmati sedapnya kopi “Banaran Coffee” juga dibangun arena bermain anak – anak, lapangan tenis, Mushola, Meeting Room, Griya Robusta, Family Gathering, Corporate Gathering, Coffee Walk, Out Bound Games, Kolam Renang, Gasebo, Taman Buah, Gedung Pertemuan, Flying Fox, Jelajah Kebun dengan ATV.

Taman Wisata RawaPening terdapat di daerah ambarawa, untuk dapat masuk kesana. Jalan menunju Rawa Pening ini terdapat di jalan Raya Semarang � Salatiga ambarawa kabupaten semarang. Keindahan rawa pening dapat anda nikmati pada saat pagi hari, karena Tempat Wisata rawa pening ini menawarkan keindahan danau tersebut.

Bukit Cinta terletak di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir Danau Rawa Pening. Sesuai dengan namanya, merupakan tempat memadu kasih pengantin baru.

Kopeng adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Getasan, Semarang, Jawa Tengah, sekitar 15 km dari kota Salatiga. Terletak di ketinggian 1.450 m dari permukan laut. Diapit oleh gunung Telomoyo, Andong dan Merbabu. Menyajikan panorama yang memikat dalam nuansa alam pedesaan dipadu dengan keindahan hamparan tanaman bunga dan sayuran membentuk suasana asri nan menyejukkan.

Wana wisata Kopeng memiliki beberapa lokasi ideal yang bisa digunakan sebagai rekreasi keluarga, perkemahan, outbond dan acara rapat serta seminar pada institusi.

Untuk menuju Kopeng dari Semarang, Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke arah Kopeng. Kondisi jalannya beraspal mulus, hati-hati jangan mengendarai terlalu cepat, karena luas jalannya hanya cukup untuk dua mobil.

Di lokasi wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo, yang berarti sembilan mata air. Jika Anda masuk ke lokasi Umbul Songo ini akan tercium semerbak udara pegunungan yang bersih dan harum bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar lokasi wisata.

Di Kopeng terdapat banyak villa-villa yang dilengkapi fasilitas TV dan air Panas, ruang pertemuan, ruang makan, bahkan dapur. Sehingga Anda dapat memasak sendiri apabila diinginkan. Serasa seperti di rumah sendiri disertai halaman parkir yang cukup luas. Anda dapat leluasa menikmati hari-hari libur dan rekreasi.

Bagi Anda yang suka pada pendakian gunung, Anda bisa mengunjungi Wana Wisata Kopeng. Dan melihat gunung Merbabu dengan diterawangi oleh sinar matahari sore hari. jadinya puncak gunung seperti berkilauan. Belum lagi udaranya yang segar.

Obyek Wisata Ketep Pass kabupaten Magelang merupakan Obyek Wisata Alam Kegunungapian khususnya Gunung Merapi.Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 m dpl.Luas area sekitar 8000 m persegi,berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur,30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai.Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km,dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur.Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan Bus Besar,Mini bus,Sedan atau sejenisnya maupun sepeda motor.

ATLANTIC DREAMLAND yang berjarak 1 km dari Kota Salatiga dan 300 mtr dari Terminal Tingkir ini dibangun di atas sebidang tanah dengan luas lebih kurang 4 hektar ini pastinya akan memberikan anda dan sekeluarga kepuasan untuk berwisata dengan nyaman. Beberapa fasilitas yang ditawarkannyapun cukup lengkap diantaranya:
1. Kolam Renang anak dan dewasa (Swiming Pool)
2. Waterboom untuk anak-anak dan dewasa
3. ATV circuit
4. Baterai car
5. Jet Coster
6. Junior Coster
7. Bom-bom Car
8. Caroseil
9. Playground
10. Outbound arena for kids
11. Mandi Bola – Kids Arena
12. Game Center
13. Bungee Trampoline
14. Flying Fox untuk anak dengan panjang lintasan 65 mtr dan untuk dewasa sepanjang 170mtr

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7459935

Rekam Medis

Dalam pelayanan kedokteran di tempat praktek maupun di Rumah Sakit yang standar, dokter membuat catatan mengenai berbagai informasi mengenai pasien tersebut dalam suatu berkas yang dikenal sebagai Status, Rekam Medis, Rekam Kesehatan atau Medical Record. Berkas ini merupakan suatu berkas yang memiliki arti penting bagi pasien, dokter, tenaga kesebatan serta Rumab Sakit. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Rekam Medis serta aspek medikolegalnya.

Definisi Rekam Medis
Definisi Rekam Medis dalam berbagai kepustakaan dituliskan dalam berbagai pengertian, seperti dibawab ini:

1. Definisi Rekam Medis Menurut Edna K Huffman:

Rekam Medis adalab berkas yang menyatakan siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana pelayanan yang diperoleb seorang pasien selama dirawat atau menjalani pengobatan.

2. Definisi Rekam Medis Menurut Permenkes No. 749a/Menkes!Per/XII/1989:

Rekam Medis adalah berkas yang beiisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, basil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana kesebatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.

3. Definisi Rekam Medis Menurut Gemala Hatta

Rekam Medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleb para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

4. Permenkes No. 749a/Menkes!Per/XII/1989 Menurut Waters dan Murphy :

Rekam Medis adalah Kompendium (ikhtisar) yang berisi informasi tentang keadaan pasien selama perawatan atau selama pemeliharaan kesehatan”.

Isi Rekam Medis

Isi Rekam Medis merupakan catatan keadaan tubuh dan kesehatan, termasuk data tentang identitas dan data medis seorang pasien. Secara umum isi Rekam Medis dapat dibagi dalam dua kelompok data yaitu:

1. Data medis atau data klinis: Yang termasuk data medis adalah segala data tentang riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, pengobatan serta hasilnya, laporan dokter, perawat, hasil pemeriksaan laboratorium, ronsen dsb. Data-data ini merupakan data yang bersifat rahasia (confidential) sebingga tidak dapat dibuka kepada pibak ketiga tanpa izin dari pasien yang bersangkutan kecuali jika ada alasan lain berdasarkan peraturan atau perundang-undangan yang memaksa dibukanya informasi tersebut.

2. Data sosiologis atau data non-medis:

Yang termasuk data ini adalah segala data lain yang tidak berkaitan langsung dengan data medis, seperti data identitas, data sosial ekonomi, alamat dsb. Data ini oleh sebagian orang dianggap bukan rahasia, tetapi menurut sebagian lainnya merupakan data yang juga bersifat rahasia (confidensial).

Penyelenggaraan Rekam Medis

Penyelenggaraan Rekam Medis pada suatu sarana pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan pada institusi tersebut. Berdasarkan data pada Rekam Medis tersebut akan dapat dinilai apakah pelayanan yang diberikan sudah cukup baik mutunya atau tidak, serta apakah sudah sesuai standar atau tidak. Untuk itulah, maka pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan merasa perlu mengatur tata cara penyelenggaraan Rekam Medis dalam suatu peraturan menteri keehatan agar jelas rambu-rambunya, yaitu berupa Permenkes No.749a1Menkes/Per/XII/1989.

Secara garis besar penyelenggaraan Rekam Medis dalam Permenkes tersebut diatur sebagai berikut:

I. Rekam Medis harus segera dibuat dan dilengkapi seluruhnya setelah pasien menerima pelayanan (pasal 4). Hal ini dimaksudkan agar data yang dicatat masih original dan tidak ada yang terlupakan karena adanya tenggang waktu.

2. Setiap pencatatan Rekam Medis harus dibubuhi nama dan tanda tangan petugas pelayanan kesehatan. Hal ini diperlukan untuk memudahkan sistim pertanggung-jawaban atas pencatatan tersebut (pasal 5).

Pada saat seorang pasien berobat ke dokter, sebenamya telah terjadi suatu hubungan kontrak terapeutik antara pasien dan dokter. Hubungan tersebut didasarkan atas kepercayaan pasien bahwa dokter tersebut mampu mengobatinya, dan akan merahasiakan semua rahasia pasien yang diketahuinya pada saat hubungan tersebut terjadi.

Dalam hubungan tersebut se«ara otomatis akan banyak data pribadi pasien tersebut yang akan diketahui oleh dokter serta tenaga kesehatan yang memeriksa pasien tersebut. Sebagian dari rahasia tadi dibuat dalam bentuk tulisan yang kita kenal sebagai Rekam Medis. Dengan demikian, kewajiban tenaga kesehatan untuk menjaga rahasia kedokteran, mencakup juga kewajiban untuk menjaga kerahasiaan isi Rekam Medis.

Pada prinsipnya isi Rekam Medis adalah milik pasien, sedangkan berkas Rekam Medis (secara fisik) adalah milik Rumah Sakit atau institusi kesehatan. Pasal 10 Permenkes No. 749a menyatakan bahwa berkas rekam medis itu merupakan milik sarana pelayanan kesehatan, yang harus disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat. Untuk tujuan itulah di setiap institusi pelayanan kesehatan, dibentuk Unit Rekam Medis yang bertugas menyelenggarakan proses pengelolaan serta penyimpanan Rekam Medis di institusi tersebut.

Manfaat Rekam Medis
Permenkes no. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam Medis memiliki 5 ,manfaat yaitu:

  1. Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien
  2. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum
  3. Bahan untuk kepentingan penelitian
  4. Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan dan
  5. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan.

Dalam kepustakaan dikatakan bahwa rekam medis memiliki 5 manfaat, yang untuk mudahnya disingkat sebagai ALFRED, yaitu:

1. Adminstratlve value: Rekam medis merupakan rekaman data adminitratif pelayanan kesehatan.

2. Legal value: Rekam medis dapat.dijadikan bahan pembuktian di pengadilan

3. Financial value: Rekam medis dapat dijadikan dasar untuk perincian biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar oleh pasien

4. Research value: Data Rekam Medis dapat dijadikan bahan untuk penelitian dalam lapangan kedokteran, keperawatan dan kesehatan.

5. Education value: Data-data dalam Rekam Medis dapat bahan pengajaran dan pendidikan mahasiswa kedokteran, keperawatan serta tenaga kesehatan lainnya.

Penyimpanan Rekam Medis
Dalam audit medis, umumnya sumber data yang digunakan adalah rekam medis pasien, baik yang rawat jalan maupun yang rawat inap. Rekam medis adalah sumber data yang paling baik di rumah sakit, meskipun banyak memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan rekam medis adalah sering tidak adanya beberapa data yang bersifat sosial-ekonomi pasien, seringnya pengisian rekam medis yang tak lengkap, tidak tercantumnya persepsi pasien, tidak berisi penatalaksanaan “pelengkap” seperti penjelasan dokter dan perawat, seringkali tidak memuat kunjungan kontrol pasca perawatan inap, dll.

Dampak dari audit medis yang diharapkan tentu saja adalah peningkatan mutu dan efektifitas pelayanan medis di sarana kesehatan tersebut. Namun di samping itu, kita juga perlu memperhatikan dampak lain, seperti dampaknya terhadap perilaku para profesional, tanggung-jawab manajemen terhadap nilai dari audit medis tersebut, seberapa jauh mempengaruhi beban kerja, rasa akuntabilitas, prospek karier dan moral, dan jenis pelatihan yang diperlukan.

Diantara semua manfaat Rekam Medis, yang terpenting adalah aspek legal Rekam Medis. Pada kasus malpraktek medis, keperawatan maupun farmasi, Rekam Medis merupakan salah satu bukti tertulis yang penting. Berdasarkan informasi dalam Rekam Medis, petugas hukum serta Majelis Hakim dapat menentukan benar tidaknya telah terjadi tindakan malpraktek, bagaimana terjadinya malpraktek tersebut serta menentukan siapa sebenarnya yang bersalah dalam perkara tersebut.

sumber: http://astaqauliyah.com/2007/10/rekam-medis-defenisi-dan-kegunaannya/

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Pada dasarnya business process rumah sakit itu hampir sama antara satu rumah sakit dengan rumah sakit yang lainnya, yang membedakan adalah type rumah sakitnya. Semakin tinggi kelasnya maka semakin kompleks proses bisnisnya. Semakin khusus rumah sakitnya maka proses bisnisnya juga semakin unik. Karena itu ada tahap  assessment untuk kemudian dilakukan kustomisasi produk (SIMRS) sebelum implementasi.

Sebuah SIMRS dikatakan ideal atau lengkap jika telah memiliki semua modul standar yaitu:

Master

Modul master digunakan untuk men-setting parameter-parameter yang akan digunakan pada proses di modul yang lain. Termasuk didalamnya adalah manajemen user.

Front Office

Modul front office berisi menu untuk pendaftaran pasien rawat jalan (baru & lama), pendaftaran rawat inap, informasi jadwal dokter dan informasi mengenai pasien rawat inap.

Klinik

Modul klinik digunakan untuk input data (anamnese, diagnosis, tindakan, resep) pada klinik rawat jalan.

Bangsal

Modul bangsal digunakan untuk input data (anamnese, diagnosis, tindakan, asuhan keperawatan, resep, visit dokter) pada bangsal rawat inap.

Rekam Medis

Modul rekam medis merupakan modul untuk memantau keberadaan berkas rekam medis. Selain itu pada modul rekam medis juga bisa dilihat riwayat kesehatan pasien berdasarkan data yang telah diinput dari unit-unit terkait.

Apotek

Modul apotek digunakan untuk input data obat yang diberikan kepada pasien berdasarkan resep yang sudah diinputkan oleh dokter. Juga dilengkapi dengan fasilitas retur obat yang prosesnya terhubung dengan modul inventori.

Kasir

Modul kasir digunakan untuk menghitung jumlah total biaya yang harus dibayarkan oleh pasien, biaya ini otomatis terkalkulasi dari data yang sudah diinput oleh unit lain yang terkait. Pada modul ini juga difasilitasi dengan menu deposit bagi pasien rawat inap, termasuk informasi biaya sementara yang harus dibayar pasien meski pasien belum check out dari rumah sakit.

Inventori

Modul inventori merupakan modul pergudangan. Digunakan untuk pengadaan obat, alat-alat kesehatan dan keperluan rumah sakit. Mulai dari PO (Purchase Order), penerimaan, penyimpanan, retur, dan setting harga jualnya.

Akuntansi

Modul akuntansi merupakan modul yang dibuat hampir sama dengan aplikasi akuntansi terpisah yang banyak dijual di pasaran. Hanya saja pada modul akuntansi yang terintegrasi pada SIMRS maka data transaksi otomatis akan terhubung dengan data transaksi yang dilakukan oleh unit lain yang terkait, jadi tidak perlu input ulang untuk jurnalnya. Modul ini termasuk penjurnalan, buku besar dan beberapa laporan standar akuntansi seperti neraca dan laporan laba-rugi.

Laporan

Modul laporan secara default akan menampilkan laporan yang diwajibkan dan sesuai dengan format dari Dinas Kesehatan (laporan eksternal). Untuk laporan internal biasaya disesuaikan dengan rumah sakit yang akan dilakukan implementasi.

sumber: http://dianbudisantoso.net/2011/03/12/sistem-informasi-manajemen-rumah-sakit-ideal/